DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG NGAWI TAHUN 2021 INI, REALISASIKAN 13 TITIK BANGUNAN DAN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pada tahun 2021 ini melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Ngawi.

Meski negara masih dilanda pandemi Covid-19, namun Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pada tahun 2021 ini tetap komitmen menyelesaikan 13 titik pembengunan dan rehabilitasi jaringan irigasi diwilayah Kabupaten Ngawi.

Sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Ngawi yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terus memperluas cakupan jaringan irigasi. Peningkatan kapasitas saluran irigasi untuk memenuhi luas layanan.

Kepala Bidang Pembangunan Rehabilitasi dan Pengelolaan Irigasi, Rahmat Fitrianto, ST mengatakan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program prioritas Dinas PUPR Kabupaten Ngawi dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

Rahmat Fitrianto, ST Kabid Pembangunan Rehabilitasi dan Pengelolaan Irigasi DPUPR Ngawi

Dikatakan Rahmat, anggaran untuk 13 titik pembangunan jaringan irigasi dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus  (DAK ) Tahun 2021 sebesar Rp.12,1 Miliar, dan pembangunan jaringan irigasi di akhir tahun 2021 ini telah selesai 100 persen.

“Sementara target pembangunan jaringan irigasi di tahun 2022 ada 10 titik yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 sebesar Rp.14 Miliar,” ujarnya.

Lanjut, Rahmat, menjelaskan dengan pembangunan jaringan irigasi ini akan meningkatkan kontinuitas suplai air pada areal sawah di wilayah tersebut.

Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang semula menggunakan susunan batu kali, sekarang beralih menggunakan briket dan cor beton, dengan harapan bangunan dapat dipergunakan dalam jangka yang lebih lama.

Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, terus berupaya menjaga fungsi jaringan irigasi yang ada. Bahkan, dinas teknis ini juga melibatkan masyarakat untuk pengelolaan dan pemeliharaannya.

Dijelaskan Rahmat, masyarakat merupakan salah satu unsur yang meniliki peran aktif dalam mengelola jaringan irigasi. Sehingga, partisipasi masyarakat dalam hal ini adalah petani diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab.

“Pembangunan yang dibangun dengan biaya besar ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” papar Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan dengan rampungnya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, diharapkan semakin banyak sawah di Ngawi yang terairi air. Dengan demikian membawa dampak lebih baik terhadap sektor pertanian.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas PUPR, Noor Hasan Muntaha,  ST, M.Si menyampaikan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut dalam rangka untuk mengoptimalkan distribusi air irigasi sampai ke sawah-sawah petani.

“Artinya menjamin ketersediaan air irigasi, tanaman padi dapat tumbuh dengan baik untuk meningkatkan produktivitas hasil panen padi guna mewujudkan ketahanan pangan Kabupaten Ngawi,” terang Noor Hasan . (Nof)

Leave a Reply

Your email address will not be published.