PANEN RAYA JAGUNG DI GANDONG BRINGIN

Panen raya jagung di desa Gandhong, kecamatan Bringin yang berlangsung meriah menjadi progres luar biasa yang ditunjukkan petani jagung di kabupaten Ngawi khususnya di kecamatan Bringin. Secara kuantitas dan kualitas produksi jagung meningkat tajam. (19/2 )

Ir. Marsudi
Kepala Dinas Pertanian Ngawi

Dihadiri Dandim 0805, ADM Perhutani, Muspika Kecamatan Bringin beserta undangan yang hadir dari kalangan kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan, dalam sambutannya kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Ir Marsudi mengatakan salah satu produk pertanian yang tidak sedikit memberi konstribusi pendapatan bagi negara maupun daerah penghasil adalah jagung. Komoditas pertanian yang saat ini seakan menjadi viral, dimana panen jagung secera serentak seiring itu pula menggema tentang akan adanya impor jagung, yang berdampak pada masyarakat petani, terutama petani jagung, mengingat jagung merupakan salah satu produk pertanian yang diminati diluar komuditas padi. Dari pemeberitaan akan adanya impor jagung membuat para stake holders dari pusat sampai daerah harus bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa stok produksi komoditas secara nasional sudah mencukupi.

“Untuk tahun sasaran tanam tahun 2018, 25.076 Ha , realisasi tanam 34.259 Ha, realisasi Panen 33.981 Ha dengan hasil produksi 245.435 ton jagung pipil kering. Sedang untuk tahun 2019, sasaran Tanam 28/604 Ha dengan realisasi tanam untuk Masa Panen (MP) 1, 15.058 Ha,” kata Marsudi.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengingatkan bahwa jagung merupakan komoditas strategis Nasonal maka perlu adanya kebijakan pengelolaan jagung yang tepat. Data areal penanaman yang akurat dan harus ada sinergitas antara stake holders dari pusat sampai daerah bersama para petani untuk saling bahu membahu , untuk meningkatkan produksivitas swasembada jagung nasonal, bahkan bisa merealisasi salah satu program Kementrian Pertanian untuk dapat mengekspor jagung. Dan sebagai penutup Marsudi berharap untuk mendukung tingginya semanagat petani untuk terus berkarya, berbudidaya, dalam peningkatan produksi ada lembaga penelitian dan pengembangan pertanian untuk dapatnya mensuplai atau transfer knowladge paket- paket teknologi yang aplikatif ke petani sehingga sistem budidaya dapat berjalan dengan lancar.

Kilas balik di tahun 2017, saat kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menurutnya masih sangat minim dimana luasan lahan hanya sekitar 7000 hektare pertahunnya berbanding terbalik dengan luas lahan tanam yang mencapai 137hektare setiap tahunnya, maka pada saat itu Bupati Ngawi bersama jajaran Dinas Pertanian ingin menggandeng pihak Perhutani untuk bekerjasama, salah satunya menggunakan lahan dibawah tegakan untuk ditanami, selain itu Pemerintah kabupaten Ngawi mengajak para petani memaksimalkan lahan-lahan tidur , menjadi lahan produktif. “ Upaya itu kini telah terlampaui dimana target untuk penambahan lahan 20.000 hektare pertahun ,sekarang sudah ada sesuai data yang ada di dinas Pertanian seluas33.981 hektare per tahun,” kata ketua Gapoktan Manunggal Karya.

Untuk kecamatan Bringin tahun 2018, luasan tanaman jagung 4.925 Ha (14%) dari 34.259 Ha total se Kabupaten Ngawi, Dengan produksi 35.770 Ton pipil kering. Varietas yang dibudidayakan oleh Gapoktan Manunggal Karya saat ini jenis Bisi 18 dan Bisi 228 ,dengan luasan lahan 100Ha Produksi hasil ubinab 10,64 Ton/Ha pipil kering, dimana saat ini harga untuk pipil kering Rp 4.200/Kg, dan semua itu hasil sharring deng perhutani menempati lahan BKPH Suruh petak 56. (wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.