PROGRAM SANDES TAHUN 2022 DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN NGAWI

Tahun 2022 Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi  kembali realisasikan program Sanitasi desa  yang merupakan  program yang berfokus pada penyediaan sarana prasarana air limbah dengan sasaran desa dengan gizi buruk (stunting), BABS tinggi, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta desa yang tertinggal dan berkembang.

Pipit Dwi Herlina, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi

Menurut Pipit Dwi Herlina, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi,  selain bertujuan untuk peningkatan akses  juga untuk peningkatan kesejahteraan warga serta memberikan pemahaman, kesadaran dan dan promosi tentang PHBS. Dan untuk tahun 2022, menerima program yang berkaitan dengan sanitasi desa,  ada 26 desa penerima program air minum dan 29 desa penerima  program sanitasi.  ” Program sanitasi dan air minum ini  bersumber dari APBN melalui DAK kurang lebih hingga mencapai 10 miliar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini  sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ada.  ” kita tidak mau ada pihak- pihak yang bermain untuk mencari keuntungan pribadi, khususnya kepada desa penerima dan pihak ketiga (vendor) dalam pengadaan barang pun harus sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan, aturan wajib dipatuhi,”  tegas Pipit.

Selain itu Pipit juga menyampaikan dalam pelaksanaannya,  dinas Perkim kabupaten Ngawi sudah melaksanakan tahapan – tahapan, salah satunya membekali atau  melakukan bimbingan terhadap Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) sebagai kepanjangan tangan dari dinas Perkim untuk mengawasi dan pendampingan secara langsung. Bahkan Dinas Perkim pun telah membuat perjanjian kerja sama dengan desa penerima program di RM Notosuman pada tanggal 6 Juni 2022 lalu.

“ Di tangan TFL, besar harapan program kegiatan sanitasi desa bisa bisa berjalan lancar, baik itu perencanaan, pembuatan RAB, maupun proses atau tahapan selanjutnya,  jadi pembuatan RAB semua dilaksanakan oleh kelompok kerja masyarakat, dinas sebatas memantau tidak melakukan intervensi atau mengarahkan harus menggunakan produk A,B atau C. Kami berharap, output dari program ini bisa berjalan maksimal sehingga inputnya bisa berfungsi dan dipergunakan dengan baik,” pungkas Pipit. (Wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.