SDN MARGOMULYO 2 RAIH PRESTASI DENGAN JUJUR

Kenyamanan, sebuah kata yang sederhana, tetapi mempunyai makna yang dalam apalagi kalau kenyamanan tersebut teraplikasi dalam dunia pendidikan. Seperti apa yang diungkapkan oleh Bambang Tridoyo, SPd, M.MPd kepala sekolah SDN Margomulyo 2 Kecamatan Ngawi. Baginya kenyamanan di lingkup pendidikan adalah terwujudnya harmonisasi stake holders pendidikan.

Bambang berharap dengan terciptanya kenyamanan tentu akan berimbas pada kegiatan proses belajar mengajar yang positif. ” Dengan betahnya guru maupun siswa di sekolahan serta dukungan penuh orang tua siswa, kami yakin lembaga ini akan terus meningkat. Selain akademis, kita juga terus menggiatkan ekstra kurikuler, seperti karawitan, pramuka, beladiri karate, TPQ ataupun kegiatan lainnya,” katanya.

Disinggung terkait prioritas pendidikan saat ini, dengan lugas Bambang menuturkan bahwa pembangunan karakter sangat berpengaruh terhadap perilaku anak kesehariannya. Bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan, berani mengungkapkan pendapatnya , anak menjadi tidak menjadi pemalu. Demikian juga tentang tambahan pelajaran seperti TPQ merupakan salah satu bekal tentang keimanan, ketaqwaan, dan adab kesopanan. Ia memberi gambaran tentang kedisplinan, rasa kebersamaan dan saling gotong royong bisa terbangun melalui kegiatan pramuka dan bela diri.

Pun saat ditanyakan terkait prestasi sekolah, dengan rendah hati Bambang tidak menampik bahwa untuk prestasi akademik, siswanya tidak terlalu unggul dan juga tidak terlalu rendah. ” Anak didik kami dalam kategori sedang,” katanya. Kategori sedang bukan berarti tidak menunjukan prestasi, seperti halnya Polisi cilik SDN Margomulyo 2 sudah bukan rahasia umum,sering mewakili kabupaten Ngawi di tingkat provinsi. demikian juga raihan juara O2SN.

Bagi Bambang, prestasi memang penting tetapi dalam meraih prestasi harus ada nilai kejujuran, dengan maksud prestasi itu betul-betul diperoleh secara murni dari pemikiran siswa itu tentang penguasaan ilmu yang didapat. ” saya paling tidak suka kalau ada murid ngrepek atau menjiplak, apalah artinya prestasi yang didapat kalau melalui cara-cara yang curang atau tidak benar,”disinilah arti kejujuran,” tegasnya.

Ia menyadari penuh biasanya yang menjadi tolak ukur orang tua ataupun masyarakat pada umumnya dilihat dari prestasi yang diraih anak didik. Bambang juga memaklumi bahwa progres lembaga pendidikan, banyak diasumsikan dengan angka-angka prestasi akademik. Tetapi baginya keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak harus dengan angka yang prestasi yang tinggi tetapi anak harus dibekali dengan karakter yang mencerminkan kepekaan terhadap kehidupan sosial, kecakapan religius, kecerdasan intelektual. ” Itu semua bagian dari apa yang harus kita berikan sebagai bekal pada anak didik untuk melangkah di kelak kemudian hari, syukur bila semua itu bisa diiringi dengan angka yang tinggi dalam prestasi akademik,” pungkasnya. ( Wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.