KEPALA KEMENAG NGAWI MENJAWAB

Mensikapi santernya pemberitaan dugaan pungutan liar di tubuh Kemenag Kabupaten Ngawi,  terkait Bantuan Operasional Pendidikan ( BOP )  TPA atau TPQ tahun 2020, Kepala Kantor Kementerian Agama ( Kemenag ) kabupaten  Ngawi, Zaenal Arifin mengatakan tidak berpangku tangan, ia akan tetap mencari kebenarannya. “ Kemenag Ngawi tidak ada pemotongan bantuan tersebut,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sangat kecil sekali terjadi pungutan tersebut, karena penerimaan bantuan tersebut disalurkan langsung lewat rekenng Bank, yakni  BNI, salah satu Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah ( Kementerian Agama). “ Ada  1426 lembaga TPQ yang mengambil BOP dari BNI, dan saat  pengambilan   penerima bantuan harus membawa Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan, SK ijin operasional dan beberapa berkas lainnya,  tidak serta merta datang terus menerima bantuan tersebut, waktu penerimaan sendiri dibagi dalam tiga tahap, tahap pertama ada 64 lembaga, tahap kedua 1.353 lembaga serta tahap ketiga ada 9 lembaga, “kata Zaenal.

Dengan adanya berita dugaan pungutan liar tersebut, Zaenal Arifin juga ingin mengetahui sejauh mana kebenarannya serta bagaimana deviasinya, seandainya itu benar-benar terjadi. Terkait beredarnya berita tersebut, ia  memakluminya selama pemberitaan itu masih dalam kaedah jurnalistik, dengan catatan pemberitaan tersebut tidak bermuatan opini pribadi. Bahkan sebelum realisasi bantuan tersebut ia berkali kali mengingatkan jangan ada potongan.

 Apa yang disampaikan Zaenal Arifin  dibenarkan Eni Aslihatul Khirom,  pengasuh Taman Pendidikan Alquran  Al Kautzar Dusun Ngronggi, Desa Grudo Kecamatan Ngawi, salah satu penerima bantuan. Ia  mengatakan bahwa lembaga yang ia pimpin saat ini menerima bantuan sebesar Rp 10.000.000. ” Kami menerima bantuan itu sebesar sepuluh juta rupiah, tanpa adanya potongan sama sekali,” pungkas Eni pengasuh 50 santri yang ada di lembaganya. ( Wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.