PAKET LELANG NGAWI TAHUN 2021, NILAI PENURUNAN PENAWARAN BANYAK TURUN DIATAS 20 PERSEN

Pelaksanaan lelang di kabupaten Ngawi  tahun 2021 ini menjadi perbincangan di masyarakat terkait nilai penurunan penawaran yang turun antara 20 persen hingga 40 persen dari nilai pagu. Pun  Paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, yang telah dilelang di tahun 2021 ini nilai penawaran turun antara 20 persen hingga 40 persen. Banyak kontraktor atau penyedia yang mengikuti proses lelang kesal dengan proses pengadaan dan harga penawaran terendah dari calon penyedia yang menentukan bakal calon pemenang lelang.

Salah satu kontraktor, Sunarto yang juga Ketua Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia ( Aksindo ) Ngawi  mengatakan, bahwa potensi penurunan harga di bawah standar itu terjadi mengingat banyaknya peserta antusias dengan lelang-lelang konstruksi. Namun, bagian pengadaan barang dan jasa pemkab Ngawi harus melakukan seleksi ketat. Rekanan yang menawar dengan harga sangat rendah harus diklarifikasi. Sehingga, bisa diketahui penyebab ada tawaran harga yang rendah. ‘’Bahkan, harus dilakukan klarifikasi langsung ke kantornya. Melihat langsung peralatannya, dan nilai penawaran terendah juga akan berkaitan dengan kualitas dari hasil pekerjaan. Oleh karenanya, dalam evaluasi penawaran harga sangat penting dalam pekerjaan jasa konstruksi,’’ jelasnya

Rachmat Fitrianto
Kepala Bidang Pembangunan Rehabilitasi dan Pengelolaan Irigasi Dinas PU PR Ngawi

Sementara Rachmat Fitrianto Kepala Bidang Pembangunan Rehabilitasi dan Pengelolaan Irigasi Dinas PU PR Ngawi mengatakan bahwa  dengan turunnya harga yang sedemikian rupa, memang ada keraguan, secara logika bisakah dengan penurun harga tersebut suatu pekerjaan dapat selesai dengan kualitas seperti apa yang diharapkan. Mensikapi hal tersebut ia menegaskan sebelum teken kontrak, selalu berkoordinasi dengan rekanan pemenang tender.  ” Kita slalu menayakan alasannya, ” ungkapnya. Kebanyakan dari mereka ( rekanan ) mempunyai beberapa penjelasan mengapa bisa turun sedemikian. Seperti halnya u ditch precast LPC berani menawar setelah melihat area pekerjaannya yang tidak memerlukan langsir dan berbagai pertimbangan lainnya,  namanya juga seorang pengusaha, ada beberapa  pemaparan  yang mendasar untuk sanggup melaksanakan pekerjaan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa di bidangnya tahun ini ada 13 paket, yang sudah di lelangkan, berasal dari anggaran DAK. Semuanya irigasi. Dengan turunnya paket dan segera dimulainya pekerjaan tersebut, Rachmat bersama stafnya sudah mempersiapkan shedule atau jadwal.  ” Lepas dari siapa saja yang menang, saya minta mutu harus baik, seperti halnya precast LPC harus memenuhi standart K 350, seandainya cor ditempat harus K 175.  Secara tehnis, untuk kendali mutu, barang datang ( precast LPC), kita uji dengan humer test, demikian juga harus ada surat keterangan dari vendor yang terkait dengan jaminan mutu tersebut, sedang untuk cor ditempat, kita uji lab kan, harus masuk standar K 175, dengan begitu bisa menghasilkan seperti yang kita harapkan asal ada sinergitas tanggung jawab antara konsultan pengawas, quality control dari rekanan dan dari dinas harus sering berkoordinasi,” pungkasnya. ( Wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.