PEMBANGUNAN BERKESINAMBUNGAN DESA MANGUNHARJO

Dalam segala tataran, seorang pemimpin harus mempunyai  jiwa leadership, mampu mengampu segala permasalahan yang ada.” Seorang pemimpin tidak bisa hanya diam, harus tahu persis permasalahan yang ada,” kata Suprapto Kepala Desa mangunharjo, kecamatan Ngawi  sembari memberi gambaran, berkaitan masalah pembangunan yang ada di desanya.

Suprapto
Kepala Desa Mangunharjo

Suprato yang akrab di panggil Tohe, menuturkan dalam menjalankan roda pemerintahan desa,mengingat ia baru saja menjabat tentu masih ada kendala, tetapi setiap rintangan yang ada bisa diselesaikan dengan musyaqarah dengan rekan sekerja atau internal maupun dengan rekan- rekan yang ada diluar,” kita harus membangun komunikasi, baik itu secara internal maupun eksternal,” imbuhnya.

Untuk tahun pertama dimasa kepemimpinannya, bersama perangkat dan lembaga yang ada di desanya langkah pertama yang dijalankan adalah menginventaris  aset desa  untuk disesuaikan  fungsinya. Kedua, peningkatan taraf ekinomi warga, dengan meningkatkan sarana dan prasarana desa seperti pembangunan infrastruktur. “ Ada yang lebih penting dalam hal peningkatan ekonomi warga, yaitu mempersiapkan potensi yang ada dan Sumber Daya Manusia,  contoh tentang korelasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, berkaitan dengan pengelolaan lahan kosong,  kita gunakan  lahan tersebut dengan membuat kolam ikan, kita bekali dengan pengetahuan tentang perikanan dengan harapan akan lahir ketahanan pangan non pertanian,  dan kami sudah kearah situ, walau belum maksimal tapi sudah berjalan,” tegas Tohe.

Sedang untuk pembangunan sarana infrastruktur  desa Mangunharjo mendasar pada Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKPDes ) melaksanakan pembangunan diantaranya pembangunan TPT (Tanggul Penahan Tanah) seoanjang 224 meter dengan alokasi anggaran Rp 67.560.000,00 di  Depok  RT 2  RW 6, juga  pavingisasi di dusun  Nguwin RT 2  RW 9, dengan panjang 138 meter ,lebar 3,5 meter  alokasi anggaran Rp 96.095.200.

“Alhamdulillah sudah selesai, ” ujar Tohe.  Dengan lontaran humornya ia  menegaskan bahwa selesai pembangunan di daerahnya bukan berarti berhentinya pembangunan, masih banyak yang harus dikelola,  semua itu wujud dari pengabdiannya pada desa dimana ia tinggal san di besarkan.

Disinggung harapan ke depan, Tohe menegaskan melanjutkan program pembangunan yang ada, diharapkan bisa menjadi salah satu motivasi warga untuk beraktifitas yang berdampak pada peningkatan ekonomi.  Ia  juga berharap ingin memulihkan dan meningkatakan sifat gotong royong serta kepedulian warga akan arti pembangunan dan menjaga kelestarian Lingkungan .  ” kita dituntut peka lingkungan, semisal ada jalan.lingkungan ada sedikit rusak tidak harus menunggu turunnya dana dari pemerintah, cukup kita urunan, gotong royong sebagai langkah awal antisipasi kerusakan berkelanjutan,” ungkapnya. (Wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.