SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU TEMBAKAU UNTUK ANTISIPASI HAMA PENYAKIT TANAMAN TEMBAKAU

Mutiara hijau,  itulah yang acap kali terdengar tentang tembakau. Kabupaten Ngawi merupakan salah satu daerah penghasil tembakau di jawa Timur yang mempunyai potensi yang cukup besar. Potensi tembakau di kabupaten Ngawi tersebar di 9 kecamatan, namun tembakau Ngawi lebih dikenal dengan nama tembakau Karangjati karena sebagian besar potensi tembakau berada di kecamatan Karangjati.

Tanaman tembakau sangat rentan terhadap situasi dan kondisi yang buruk. Misalnya terjadi anomali iklim dan adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman tembakau. Dengan adanya OPT tembakau yang lepas dari pantauan petani akan berdampak terjadinya serangan yang bisa menimbulkan kerugian yang besar.

Dengan adanya permasalahan OPT tersebut maka sangat dibutuhkan suatu pembinaan dan pelatihan bagi petani tembakau untuk mengantisipasi serangan OPT tersebut. Berbekal kebutuhan petani akan pengetahuan tentang OPT tanaman tembakau, maka Dinas Pertanian mengadakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Tnaman Tembakau melalui Program Peningkatan Kualitas bahan Baku Kegiatan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Pekebun Tembakau Tahun 2020, ,terang Wibowo SP,selaku kepala bidang perkebunan dan hortikultural,Dinas pertanian Ngawi,saat mendampingi kegiatan sekolah lapang.

Selanjutnya Wibowo mengatakan, metode pembelajaran pada kegiatan ini menggunakan metoda pembelajaran orang dewasa, yaitu petani diharapkan aktif sehingga petani tidak hanya mendengarkan saja tetapi juga melihat dan melakukan tentang teknik-teknik pengendalian OPT pada tanaman tembakau.  Konsep pembelajaran orang dewasa yaitu terciptanya suasana belajar yang menyenangkan, terjadinya multi komunikasi, peran serta warga belajar diutamakan, pendapat harus dihormati, dan membangkitkan motivasi yang berasal Materi yang disampaikan termasuk keseluruhan proses dari budidaya sampai dengan pasca panen yang tidak terlepas dari cara pengendalian Hama terpadu (PHT). Lokasi pembelajaran dilakukan pengamatan di lapangan dan pembahasan/diskusi di ruangan ataupun di alam terbuka tentang permasalahan-permasalahan yang ditemui di lahan dan dicari solusinya sesuai dengan kearifan lokal.   Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas bahan baku/tembakau.  Budidaya tembakau memiliki prospek yang cukup menjanjikan di Kabupaten Ngawi dikarenakan sampai saat ini pasokan produksi yang sudah ada masih belum mencukupi kebutuhan yang diminta oleh pasar komoditi tembakau ini.  Selain itu harga komoditas tembakau ini relatif cukup tinggi sehingga dapat dijadikan salah satu komoditas pilihan untuk dibudidayakan.  Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini maka Petani di Kabupaten Ngawi akan semakin mahir dalam budidaya Tanaman Tembakau dan bisa mengantisipasi serangan hama yang menyerang tanaman tembakau, sehingga produktifitas dan mutu tanaman tembakau semakin meningkat. (Wid )

Leave a Reply

Your email address will not be published.